Bulan: September 2025

  • Curi Mobil, Seorang Petani Di Pagaralam Di Ringkus Aparat

    Curi Mobil, Seorang Petani Di Pagaralam Di Ringkus Aparat

    PAGARALAM – Polres Pagaralam melalui Sat Reskrim berhasil mengungkap kasus tindak pidana pencurian dengan pemberatan yang terjadi di Kelurahan Nendagung, Kecamatan Pagar Alam Selatan, pada Selasa (16/9/2025) dini hari. Kasus ini bermula saat korban, Ridianto (55), seorang petani, mendapati mobil miliknya jenis Suzuki Super Carry Pick Up BD 9375 KA raib digasak pelaku dari halaman rumahnya.

    Pelaku diketahui bernama Geryansen (40), warga Bedeng Munir, Kelurahan Besemah Serasan. Dengan modus membongkar paksa pagar dan mobil yang terkunci, pelaku berhasil membawa kabur kendaraan tersebut. Atas kejadian ini, korban mengalami kerugian hingga Rp20 juta dan segera melaporkan kasus tersebut ke Polres Pagaralam.

    Berbekal laporan korban, Sat Reskrim bersama Sat Intelkam langsung melakukan penyelidikan. Tak berselang lama, mobil korban berhasil ditemukan terparkir di Terminal Nendagung. Petugas kemudian bergerak cepat mengamankan barang bukti dan menangkap pelaku tanpa perlawanan untuk dibawa ke Polres Pagaralam.

    Kapolres Pagaralam AKBP Januar Kencana Setia Persada, SIK, melalui Kasat Reskrim Iptu Irawan Adi Candra, SH, menyampaikan apresiasinya atas kerja cepat anggota di lapangan.

    “Penangkapan ini menjadi bukti bahwa Polres Pagaralam tidak akan memberikan ruang bagi pelaku kejahatan. Kami akan terus hadir memberikan rasa aman dan menindak tegas setiap aksi kriminal,” ujarnya.

    Sementara itu, Kasi Humas Polres Pagaralam, Iptu Mansyur, SH, menambahkan imbauannya kepada masyarakat.“Kami mengajak warga untuk selalu meningkatkan kewaspadaan serta segera melapor apabila terjadi tindak pidana. Polres Pagaralam akan terus berkomitmen menjaga keamanan di wilayah hukum Pagar Alam,” tegasnya. (RTA)

  • Tiga Tersangka Ranmor Di Lubuklinggau Dibekuk Aparat

    Tiga Tersangka Ranmor Di Lubuklinggau Dibekuk Aparat

    Lubuk Linggau – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Lubuk Linggau berhasil mengungkap kasus tindak pidana pencurian dengan pemberatan (Curat) setelah menangkap tiga tersangka pada Jumat (12/9).

    Penangkapan ini merupakan tindak lanjut dari dua laporan pencurian sepeda motor yang terjadi di Kota Lubuk Linggau.Kronologi Kejadian dan PenangkapanKejadian pertama terjadi pada Kamis, 3 Juli 2025, di depan ruko PT. Sumber Tri Jaya Lestari di Jalan Kenanga II. Korban, Arliansyah, kehilangan satu unit sepeda motor Honda Revo Fit FI 110 dengan taksiran kerugian Rp10 juta.

    Kejadian kedua dilaporkan pada Selasa, 29 Juli 2025, di sebuah gudang rongsokan di Jalan Fatmawati. Korban, Febi Hadrianti, nyaris kehilangan sepeda motor Yamaha Mio J. Upaya pencurian ini gagal total karena pelaku diteriaki saksi, meskipun kontak motor korban sudah rusak. Kerugian ditaksir Rp5 juta.

    Berdasarkan laporan tersebut, Tim Macan Linggau dan Unit Pidum Satreskrim Polres Lubuk Linggau melakukan penyelidikan intensif. Hasilnya, identitas para pelaku berhasil dikantongi. Pada Jumat (12/9) sekitar pukul 10.00 WIB, tim yang dipimpin oleh Kasat Reskrim AKP Kurniawan Azwar dan Kanit Pidum IPDA Suwarno berhasil meringkus tiga tersangka R (35), FP (21), D (30). Ketiganya adalah buruh harian dan merupakan warga Kelurahan Pelita Jaya. FP dan D ditangkap saat bekerja di Jalan Nirwana IV, sementara R alias Kus diamankan di rumahnya setelah sempat terjadi kejar-kejaran dengan petugas.

    Pengakuan dan Sanksi Hukum. Dalam interogasi, para tersangka mengakui perbuatannya, termasuk berhasil membawa kabur Honda Revo Fit FI di lokasi pertama dan mencoba mencuri Yamaha Mio J di lokasi kedua.

    Para pelaku beserta barang bukti saat ini diamankan di Polres Lubuk Linggau untuk proses penyidikan lebih lanjut. Mereka dijerat dengan Pasal 363 KUHP tentang Pencurian dengan Pemberatan, dengan ancaman hukuman maksimal 7 tahun penjara.Imbauan dan Komitmen Polres Lubuk LinggauKapolres Lubuk Linggau AKBP Adithia Bagus Arjunadi melalui Kasat Reskrim AKP Kurniawan Azwar menegaskan komitmen pihaknya untuk menindak tegas setiap tindak pidana.

    “Kami mengimbau masyarakat untuk selalu waspada, pastikan kendaraan terparkir dengan aman, gunakan kunci ganda, serta segera laporkan jika menemukan tindak kriminal di sekitar lingkungan,” ujar AKP Kurniawan Azwar.

    Dengan pengungkapan kasus ini, Polres Lubuk Linggau menegaskan perannya sebagai pelindung dan pelayan masyarakat, sekaligus memberikan rasa aman bagi warga. (RVA)

  • Edarkan Ekstasi Dan Ganja, Pria Ini Dibekuk Aparat

    Edarkan Ekstasi Dan Ganja, Pria Ini Dibekuk Aparat

    PAGARALAM – Polres Pagar Alam melalui Satres Narkoba Polres Pagar Alam kembali berhasil menggagalkan peredaran Narkoba, seorang pemuda berinisial agung (23), yang diketahui berstatus resedivis dalam kasus narkoba, ditangkap satres Narkoba Polres Pagar Alam bersama barang bukti narkoba jenis ekstasi dan ganja. Kapolres Pagar Alam AKBP Januar Kencana Setia Persada, SIk melalui kasat Narkoba Iptu Doris Priandi SH didampingi kasi Humas Polres Pagar Alam Iptu Mansyur.

    SH membenarkan telah melakukan penangkapan terhadap berinisial agung (23) yang berstatus resedivis dalam kasus Narkoba,berawal dari pengembangan dari tersangka sebelumnya, penangkapan berlangsung Pada Rabu (10/09/2025) sekira pukul 03.40 wib di sebuah konter di jalan mayor ruslan kel bangun kaya kec Pagar Alam Utara kota Pagar alam saat dilakukan pengeledahan ditemukan barang bukti narkotika digemgaman pelaku dan diatas meja dirumahnya, yang bersangkutan mengakui barang bukti tersebut miliknya.

    Dari tangan pelaku inisial agung (23) polisi menyita satu butir pil ekstasi warna merah seberat 0,46 gram serta satu paket ganja 4,54 gram, selain itu juga polisi mengamankan dua unit telepon genggam yang diduga dipakai pelaku untuk bertransaksi.

    Hasil tes Urine agung(23) menunjukan positif mengonsumsi sagu dan ganja. Ujar Iptu doris.Tersangka bestatus sebagaipengedar, saat ini sudah dilakukan penahanan dimapolres Pagar Alam. Atas perbuatan tersangka dijerat pasal 114 ayat (1) atau pasal 112 ayat (1) Undang-undang nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman maksimal 20 tahun penjara.

    Polres Pagar Alam menegaskan terus meningkatkan pengawasan dan pemberantasan narkotika di wilkum polres Pagar alam, kami berharap peran serta masyarakat aktif melapor dan memberikan informasi bila mengetahui adanya penyalahgunaan narkotika. Tegas kasi humas Iptu mansyur. (RTA)

  • Pelaku Pembunuhan Sadis Di Sungai Ibul Di Bekuk Aparat

    Pelaku Pembunuhan Sadis Di Sungai Ibul Di Bekuk Aparat

    PALI – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) berhasil mengungkap kasus tindak pidana pembunuhan yang terjadi di Jalan Batu Pertamina, Dusun II, Desa Sungai Ibul, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten PALI pada Jumat (12/9/2025) sekitar pukul 14.30 WIB.

    Korban diketahui bernama Matsari Lekat (29), seorang petani warga Desa Sungai Ibul, yang tewas mengenaskan setelah dianiaya menggunakan senjata tajam oleh dua pelaku, yakni L (49) dan anak kandungnya P (19), warga setempat.

    Berdasarkan hasil penyelidikan, peristiwa bermula dari perselisihan yang melibatkan korban dengan keluarga pelaku. Pada pagi hari, korban didapati berada di kamar anak perempuan pelaku berinisial H. Peristiwa itu memicu kemarahan keluarga pelaku.

    Meski sempat dinikahkan secara adat dengan anak perempuan pelaku, korban dianggap tidak menunjukkan itikad baik. Hingga pada Jumat sore, pelaku L bersama anaknya P menghadang korban yang sedang mengendarai sepeda motor bersama anak perempuannya.

    “Korban dihentikan paksa, lalu pelaku P menyerang dengan sebilah parang hingga mengenai punggung korban. Setelah itu korban terjatuh ke parit dan langsung dianiaya secara bersama-sama oleh kedua pelaku hingga meninggal dunia di lokasi kejadian,” jelas Kasat Reskrim Polres PALI, AKP Nasron Junaidi, S.H., M.H.

    Anak korban yang masih berusia 14 tahun, berinisial LFP, menyaksikan langsung peristiwa itu dan segera melarikan diri untuk meminta pertolongan warga sekitar.Setelah menerima laporan masyarakat dan melakukan serangkaian penyelidikan, tim Satreskrim Polres PALI berhasil mengamankan kedua pelaku tanpa perlawanan. Dari hasil interogasi, keduanya mengakui perbuatannya dan turut diamankan barang bukti berupa senjata tajam yang digunakan untuk menghabisi nyawa korban.

    “Pelaku sudah kami amankan beserta barang bukti dan kini sedang menjalani pemeriksaan intensif di Mapolres PALI. Perbuatan kedua pelaku mengakibatkan korban meninggal dunia dengan luka parah di bagian punggung, leher, tangan, serta tubuh lainnya,” ungkap AKP Nasron Junaidi.

    Kedua pelaku dijerat dengan Pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana, subsider Pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan, lebih subsider Pasal 170 ayat (3) KUHP tentang Pengeroyokan yang Mengakibatkan Kematian.

    Kapolres PALI, AKBP Yunar Hotma Parulian Sirait, S.H., S.I.K., M.I.K. melalui Kasat Reskrim menegaskan bahwa Polres PALI berkomitmen untuk menindak tegas segala bentuk tindak pidana, khususnya kejahatan yang merenggut nyawa orang lain.Kami mengapresiasi kerja cepat anggota Satreskrim yang berhasil mengungkap kasus ini dalam waktu singkat. Kepada masyarakat, kami imbau untuk selalu menyelesaikan setiap permasalahan dengan kepala dingin, bukan dengan kekerasan. Hukum akan menjadi jalan penyelesaian terbaik,”tegas Kapolres PALI melalui Kasatreskim.

    Saat ini kedua pelaku mendekam di sel tahanan dan menunggu proses hukum lebih lanjut. (RAK)

  • Pelaku Curas Meresahkan Akhirnya Dibekuk Aparat Polsek Rantau Bayur

    Pelaku Curas Meresahkan Akhirnya Dibekuk Aparat Polsek Rantau Bayur

    Banyuasin – Satuan Reserse Polsek Rantau Bayur berhasil mengungkap sebuah kasus pencurian dengan kekerasan (Curas) yang terjadi di Desa Sungai Lilin, Kecamatan Rantau Bayur, Kabupaten Banyuasin, pada Senin (8/9/2025) lalu. Satu pelaku berhasil diamankan, sementara satu lainnya masih dalam daftar pencarian orang (DPO).

    Kasus ini terungkap berkat laporan korban, Helmi bin Muhammad Amin (45), seorang pedagang warga Palembang, yang menjadi sasaran kejahatan tersebut.Berdasarkan laporan ke polisi, kejadian berlangsung sekitar pukul 17.00 WIB. Saat itu, korban sedang berada di Jalan Desa Sungai Lilin. Pelaku yang diduga berjumlah dua orang melakukan pendekatan dan secara tiba-tiba mengayunkan parang ke arah korban berkali-kali.

    Karena ketakutan dan menyelamatkan diri, Helmi terpaksa melarikan diri dan meninggalkan sepeda motor serta barang dagangannya di tempat kejadian. Pelaku kemudian mengambil sepeda motor korban beserta seluruh barang dagangannya.

    Akibat kejadian ini, korban mengalami kerugian material yang ditaksir mencapai Rp 12.000.000 (dua belas juta rupiah), yang mencakup satu unit sepeda motor Honda dengan nomor polisi BG 5041 ACL warna biru dan sejumlah barang dagangan berupa pakaian.Setelah melakukan penyelidikan dan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi, tim penyidik dari Kanit Reskrim Polsek Rantau Bayur berhasil mengidentifikasi dan menangkap satu tersangka pada Selasa (9/9/2025).

    Tersangka yang ditangkap berinisial K (23), warga Desa Sungai Lilin. Dari tangan tersangka, polisi berhasil menyita barang bukti berupa 1 unit sepeda motor milik korban dan pakaian yang diduga dikenakan pelaku pada saat kejadian.Tersangka K diduga kuat merupakan pelaku yang secara langsung melakukan penganiayaan dengan parang terhadap korban.

    Selain K, polisi juga telah mengidentifikasi seorang pelaku lainnya yang diduga terlibat dalam aksi curas ini. Pelaku tersebut berinisial P (24), yang juga merupakan warga setempat. Saat ini, P masih dalam pencarian dan ditetapkan sebagai DPO (Daftar Pencarian Orang).

    “Untuk yang satu lagi, inisial P, kami masih terus melakukan pengejaran, Kami berharap masyarakat dapat membantu memberikan informasi bila mengetahui keberadaannya,” ujar penyidik di Polsek Rantau Bayur.

    Kasus ini dilaporkan dengan dasar Laporan Polisi Nomor: LP/B/05/IX/2025/SPKT/POLSEK RANTAU BAYUR. Tersangka K saat ini sedang menjalani proses pemeriksaan lebih lanjut dan akan dijerat dengan Pasal 365 KUHP tentang Pencurian dengan Kekerasan.Penyidik menyatakan bahwa langkah selanjutnya adalah melengkapi berkas pemeriksaan (mindik) dan seluruh berkas perkara untuk selanjutnya dikoordinasikan dengan Jaksa Penuntut Umum (JPU) guna proses persidangan. (RSM)